"Sebagian pemilih adalah orang-orang muda, bahkan terdapat pemilih baru yang belum pernah memilih karena batasan umur dan saat ini sudah bisa berpartisipasi. Kami mengajak pemilih pemula ini untuk antusias menggembirakan pesta demokrasi 2019," jelas Direktur Lembaga Pengembangan Demokrasi Pancasila dan Kebangsaan Samawi Institute Hazwan Iskandar Jaya, Selasa (22/1).
Dia mengatakan, pemilih pemula harus menggunakan hak pilih pada 17 April nanti sebagai tanda kedewasaan berpikir dan bersikap, belajar bertanggung jawab sebagai warga negara. Dan menghapus stigma bahwa generasi muda abai terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Sebagai warga negara yang baik maka sudah menjadi tanggung jawab pemilih pemula untuk ikut berpartisipasi dalam pemilu serta memastikan pesta demokrasi itu berjalan dengan tertib dan lancar," ujar Hazwan.
Menurutnya, pemilih pemula sudah diberikan hak pilih oleh negara dengan segala prosedur berhak memilih, dan sudah semestinya hak itu digunakan.
Dengan berpartisipasi dalam Pemilu 2019, diharapkan stigma negatif bahwa generasi muda abai terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara akan hilang.
"Tunjukkan bahwa generasi muda adalah generasi yang juga ikut serta dalam menentukan nasib bangsa dan tidak abai terhadap isu-isu politik terkini,," kata Hazwan, seperti dikutip
Antara. [wah]
BERITA TERKAIT: