Akses yang terbatas, penolakan dalam rekrutmen, hingga minimnya fasilitas kerja menunjukkan bahwa keadilan belum benar-benar hadir bagi mereka.
Ketua Umum Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah DKI Jakarta, Rizki menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh terus dibiarkan.
"Dunia usaha harus berhenti menjadikan disabilitas sebagai alasan penolakan. Sudah saatnya perusahaan membuka diri dan memberikan kesempatan yang setara bagi calon pekerja disabilitas," kata Rizki dalam keterangan tertulis, Kamis 30 April 2026.
Menurutnya, menerima tenaga kerja disabilitas bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab moral. Negara pun harus hadir dengan pengawasan yang tegas agar tidak ada lagi perusahaan yang mengabaikan hak-hak penyandang disabilitas.
May Day tahun ini harus menjadi titik balik. Dunia kerja harus inklusif, adil, dan terbuka untuk semua.
“Perusahaan wajib menerima calon pegawai disabilitas. Ini bukan pilihan, tapi keharusan,” kata Rizki.
BERITA TERKAIT: