Demikian disampaikan tokoh muda PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, dalam acara Milenia Fest di Djakarta Theater, Jakarta, Minggu (28/10). Selain Maruarar hadir sebagai narasumber politisi PAN Faldo Maldini dan politisi PSI Tsamara Amany.
Dalam acara yang digagas Aktivis Milenial ini hadir ribuan peserta yang berasal dari para Ketua OSIS se-Jakarta dan aktivis mahasiswa dari kelompok Cipayung.
Maruarar mengatakan bahwa ia sangat bangga dengan aktivis yang kritis yang memegang teguh idealisme saat di jalanan. Namun tentu saja, ketika aktivis tersebut masuk ke dunia politik, masuk ke parlemen atau dunia profesionalisme lain, maka idealisme tersebut harus terus dijaga.
"Karena memegang teguh idealisme di ruangan ber-AC dengan pakaian berdasi, tak lebih mudah dibanding memegang teguh idealisme di jalanan. Akan banyak godaan, dan ketika tahan godaan baik di jalanan atau di ruang ber-AC baru itu bagus," kata Maruarar, yang disambut tepuk tangan ribuan hadirin.
Kepada anak-anak muda, Maruarar berpesan untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan tersebut juga harus diutamakan dan didahulukuna ketika masuk ke galanggang politik.
"Kita tak boleh lagi main dengan isu SARA, suku, agama, dan ras," ungkap Maruarar.
Ketua Aktivis Milenial, Arif Rosyid Hasan, mengatakan bahwa tantangan kaum muda Indonesia dari zaman ke zaman tentu saja berbeda. Tantangan antara tahun 1908 dan 1928 tentu saja beda dengan 90 tahun kemudian, tepatnya tahun 2018.
"Tapi saya yakin, anak-anak muda Indonesia akan selalu memberi jawaan atas persoalan yang ada," demikian Arif.
[ian]
BERITA TERKAIT: