Massa Buruh Tetap Lawan Mafia Impor

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 01 Oktober 2018, 16:21 WIB
Massa Buruh Tetap Lawan Mafia Impor
Massa Buruh/RMOL
rmol news logo . Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di tiga titik DKI Jakarta, Senin (1/10). Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia (BI) dan terakhir Istana Negara.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan, aksi untuk menuntut penghentian impor beras, bawang, daging, garam, gula, crinkel semen, pangan dan energi.

"Kami akan melawan mafia impor dan mendesak pemerintah untuk membangun ketahanan pangan dan energi nasional," ujar dia kepada redaksi, Senin (1/10).

"Buruh juga meminta turunkan harga barang dan listrik, serta jangan impor," lanjut Iqbal.

Adapun isu lain yang diangkat massa buruh adalah menolak pertemuan IMF-World Bank di Bali yang dinilai buruh menghambur-hamburkan uang APBN.

Iqbal menjelaskan, keberadaan IMF-World Bank tidak dibutuhkan oleh Indonesia maupun dunia.

"Kami juga menolak rekomendasi IMF-World Bank yang ingin menghapuskan upah minimum dan membebaskan penggunaan buruh outsourcing sebebas-bebasnya," ujar Iqbal. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA