Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Riden Hatam Aziz mengatakan, buruh khawatir jika dipaksakan aksi di kantor Nasdem akan terjadi konflik horisontal.
"Dalam hal ini buruh lebih memilih untuk menghindari terjadinya gesekan dan kekerasan," ujar dia kepada redaksi.
Setelah berkoordinasi dengan pihak kepolisian, akhirnya titik kumpul dilakukan di Tugu Tani. Mereka menggelar aksi di kantor Kementerian Perdagangan, selanjutnya ke Bank Indonesia (BI) dan terakhir Istana Negara.
Dalam aksinya, buruh meminta agar Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh menindak tegas kadernya yang menjadi Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita karena gemar melakukan impor.
Selain itu, buruh juga menolak kriminalisasi terhadap ekonom senior, DR Rizal Ramli yang pro rakyat dengan menolak impor oleh Partai Nasdem.
Adapaun aksi mereka adalah untuk menghentikan impor beras, bawang, daging, garam, gula, crinkel semen, pangan dan energi.
Adapun isu lain yang diangkat adalah menolak pertemuan IMF-World Bank di Bali yang dinilai buruh menghambur-hamburkan uang APBN. Keberadaan IMF-World Bank, tidak dibutuhkan oleh Indonesia maupun dunia.
[rus]
BERITA TERKAIT: