Sekjen PBB Afriansyah Noor menjelaskan bahwa pendapat itu muncul lantaran Yusril melihat persoalan bangsa ini secara objektif dan mengedepankan kepentingan bangsa.
“Sikap Pak Yusril sebagai akademisi, biasanya sejalan dengan sikap politiknya. Setahu saya Pak Yusril selalu konsisten. Karena bagi beliau, seorang politisi haruslah mendasarkan sikap politiknya pada intelektualisme beliau,†tutur Afriansyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/9).
Dia mengaku tidak keberatan jika kemudian ada pihak yang menafsirkan PBB mendukung Jokowi di Pilpres 2019. Sebab, PBB hingga saat ini masih belum mengambil keputusan untuk mendukung salah satu calon di pilpres.
“Kalau bicara tentang kemungkinan-kemungkinan, maka kemungkinan seperti itu ya mungkin saja,†tegasnya.
Afriansyah menjelaskan, PBB saat ini masih menunggu Ijtima Ulama II agar tidak bertabrakan dengan pandangan para ulama. Sebab Ijtima Ulama pertama yang merekomendasikan Ketua Dewan Syuro PKS Salim Segaf Al Jufrie dan pendakwah Ustaz Abdul Somad sebagai calon wakil presiden tidak digubris Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.
“Nanti tiba saatnya, setelah berkonsultasi dengan para ulama, PBB akan menentukan sikap dalam pilpres mendatang,†tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: