Hal ini dipertanyakan oleh Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan PDIP, Eva Kusuma Sundari yang merasa aneh sendiri sehingga meragukan kredibelitas dari hasil survei tersebut.
"Elemen PDIP kok tidak dihitung di situ, padahal kita elektabilitasnya tertinggi, jadi agak aneh LSI ini," ujar Eva Kusuma Sundari kepada
Kantor Berita Politik RMOL di ruang kerjanya, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (11/7).
Ia juga mempertanyakan siapa-siapa saja yang ada dibalik
expert judgement yang berani mengurucutkan kelima nama cawapres tersebut.
"Justifikasinya (LSI Denny JA) adalah '
expert meeting' dan kita tidak tahu
expert meetingn-ya itu siapa saja, ojo ojo orang Golkar kabeh," ujarnya.
Seperti yang diketahui bahwa kelima nama cawapres hasil rembukan 'expert judgement' yang dirilis oleh LSI Denny JA tersebut diantaranya adalah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di peringkat pertama tertinggi.
Lalu ada Mahfud MD di peringkat kedua, Tito Karnavian di peringkat ketiga, Moeldoko di peringkat keempat, dan terakhir Sri Mulyani di peringkat kelima. [fiq]
BERITA TERKAIT: