Gibran dan PSI Berpotensi jadi Lawan Prabowo di Pilpres 2029

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Selasa, 24 Februari 2026, 16:20 WIB
Gibran dan PSI Berpotensi jadi Lawan Prabowo di Pilpres 2029
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)
rmol news logo Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang kini disokong mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan modal elektoral untuk menarik dukungan bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka maju sebagai calon presiden (capres) di pemilihan presiden (Pilpres) 2029.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza menilai, peluang Gibran menjadi lawan politik Presiden Prabowo di 2029 mendatang memungkinkan dilakukan oleh PSI, namun dengan tidak tunggal mengusung meskipun ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) menjadi 0 persen akibat Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 62/2024.

"Ditengarai kesiapan PSI untuk mengusung Gibran Rakabuming Raka secara mandiri masih sangat terbatas secara elektoral dan infrastruktur politik," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL di Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Di samping itu, Efriza melihat kemungkinan presidential threshold akan tetap dipertahankan sangat memungkinkan, sebagai upaya menghalau PSI untuk mengusung Gibran secara mandiri.

"Melihat kemungkinan ambang batas pencalonan presiden masih dipertahankan, dengan minimnya basis kursi PSI, dengan PSI yang tidak lagi amat diperhitungkan oleh partai-partai lain, jelas bahwa PSI sulit untuk sendirian mengusung Gibran," tuturnya.

"Jika tanpa adanya koalisi strategis yang lebih besar, memungkinkan akan percuma mengusung Gibran, jika yang dilawan adalah petahana Presiden Prabowo yang diyakini semakin populer dan elektabilitas semakin menanjak tinggi," sambung dia.

Kendati begitu, Magister Ilmu Politik Universitas Nasional (UNAS) itu tak memungkiri nilai jual PSI masih diperhitungkan di kancah politik nasional, sehingga berpotensi membentuk koalisi strategis yang dapat menjadi lawan politik petahana Presiden Prabowo.

"Oleh karena itu, skenario realistisnya, PSI harus mampu membangun aliansi, bukan mengandalkan kekuatan mandiri, oleh sebab itu PSI dan Jokowi semestinya menghindari publik semakin jenuh terhadap Jokowi dan keluarganya, ini hal utama yang patut dicari solusinya," demikian Efriza menambahkan. rmol news logo article


Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA