Eddy menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki pertimbangan khusus dalam memilih dapil. Dia bahkan mengakui tidak punya akar yang kuat di dapil tersebut.
Sebab, meski dia lahir dari ayah yang berasal dari Jawa Barat dan ibu dari Sumatera Utara, dirinya tidak pernah menetap di satu kota saja. Dia selalu berpindah-pindah kota, bahkan sempat menetap di luar negeri.
Baginya, yang terpenting dari pencalonannya ini adalah menjaga kebhinnekaan sebagaima tercakup dalam empat pilar berbangsa dan bernegara.
“Saya putra Indonesia. Saya ingin menjunjung tinggi yang namanya Bhineka Tunggal Ika,†ujarnya saat acara tasyakuran rumah perjuangannya di Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/5).
Sebagai putra Indonesia, Eddy yakin mampu membuktikan jiwa pengabdian bisa ditunaikan di mana saja, termasuk di Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur.
“Saya akan membuktikan itu dengan mencalonkan diri di sini,†sambungnya.
Eddy berjanji, jika nanti menang akan menjadi penyambung lidah rakyat yang peduli dengan nasib rakyat. Dia bahkan mengaku sudah mendata apa saja yang menjadi masalah-masalah masyarakat Bogor dan Cianjur untuk nanti dicarikan solusi.
“Di antaranya ialah masalah perekonomian, harga sembako, dan lapangan kerja. Itu semua nanti akan kami carikan solusi yang terbaik,†tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: