Hal tersebut lantaran, Ngabalin yang sebelumnya dikenal sebagai pengkritik kebijakan Presiden Jokowi kini menerima jabatan sebagai tenaga ahli utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP).
“Menurut saya Ngabalin tidak konsisten dengan sikap awalnya, harusnya tetap konsisten,†kata Maksimus kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jakarta, Jumat (25/5).
Bahkan menurutnya, jika di Indonesia penuh dengan sosok seperti Ngabalin, tidak dipungkiri Indonesia akan menjadi negara dengan kumpulan orang-orang pencari jabatan.
“Namanya politik semua serba salah, mungkin sebab dalam politik tidak ada musuh abadi, yang abadi itu kepentingan,â€tutur Ramses.
Sebelumnya, Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan Ali Mochtar Ngabalin, untuk bertugas membantu dalam konteks komunikasi politik, pengangkatannya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2015.
“Dia juga akan membantu mengkomunikasikan apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintah. Sudah banyak program dan kebijakan yang dibuat pemerintah serta memerlukan komunikasi ke publik yang lebih luas,â€ungkap Moeldoko di Jakarta, Rabu lalu.
[fiq]
BERITA TERKAIT: