“Harus ada Reformasi Jilid II, yaitu membuang ekonomi liberal yang melenceng, sehingga demokrasi kita bisa membawa perubahan bagi rakyat,†kata Rizal di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta, (21/5).
Pasalnya sebagai orang yang besar dari rahim pergerakan, Rizal Ramli sangat prihatin melihat kondisi saat ini.
“Saya tidak bisa menerima secara hati nurani dan logika, masih ada 40 persen rakyat Indonesia yang miskin dan nyaris miskin,†ungkapnya.
Oleh karena itu, di sisa usianya, Rizal berjanji akan mewakafkan hidupnya untuk menuntaskan agenda reformasi yang belum rampung.
Pada hakikatnya perjuangan reformasi yang penuh pengorbanan telah dikhianati,†tandasnya.
[fiq]
BERITA TERKAIT: