“Ini proses radikalisasi instan yang sangat efektif,†ujar Direktur Pusat Studi Agama dan Demokrasi (PSAD) Paramadina Dr Ihsan Ali Fauzi di ruang seminar P2KK LIPI, Gedung Widya Graha, Jakarta, Kamis, (17/5).
Kata dia, seorang kepala keluarga akan sangat mudah menularkan paham radikal yang dimiliki kepada anak dan istrinya. Ini karena mereka memiliki ikatan batin yang kuat.
Ali Fauzi kemudian mencontohkan tragedi bom gereja di Surbaya beberapa waktu lalu yang pelakunya merupakan satu anggota keluarga.
“Bahkan Bom Bali juga pelakunya banyak dari ikatan keluarga. Betapa hebarnya proses radikalisasi lewat ikatan batin ini,†tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: