"Kita berduka duka atas gugurnya sejumlah anggota Polri dalam penanganan kerusuhan tersebut," kata Ketua Setara Institute, Hendardi, melalui pesan elektronik, Rabu (9/5).
Dia menegaskan peristiwa ini menunjukkan bahwa penanganan narapidana dan lembaga pemasyarakatan terorisme tidak bisa menggunakan standar biasa lagi.
Pasalnya, kata dia, narapidana teroris masuk kategori high risk dan perlu penanganan khusus. Pemerintah, ujar Hendardi, harus memberikan dukungan penguatan Lapas untuk jenis-jenis kejahatan serius.
Hendardi mengatakan, penyerangan napi terorisme menunjukkan bahwa kekuatan kelompok teror masih eksis dan efektif berjejaring dan terus menjadi ancaman bagi keamanan.
"Peristiwa ini mengingatkan semua pihak untuk tidak berkompromi dengan radikalisme dan terorisme yang mengancam keamanan dan ideologi bangsa," katanya.
Hendardi juga menegaskan penyikapan atas terorisme harus terus dilakukan dan dimulai dari hulu terorisme, yakni intoleransi.
"Semua pihak harus menghentikan politisasi isu intoleransi dan radikalisme hanya untuk kepentingan politik elektoral 2018 dan 2019, yang justru memberikan ruang bagi kebangkitan kelompok ekstrimis," demikian Hendardi.
[dem]
BERITA TERKAIT: