"Pernyataan (Jokowi) itu menunjukkan kebingungan sebagai kepala negara dalam mencari solusi atas permasalahan ekonomi rakyat. Ini degradasi sikap seorang pemimpin," ujar aktivis nelayan Rusdianto Samawa kepada
Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan elektronik, Rabu (2/5).
Jika menggunakan analisis teori komunikasi dengan pendekatan fenomena, ide Presiden Jokowi untuk melakukan budidaya kalajengkin adalah sebuah peluang. Namun di sisi lain hal yang konyol bila ditinjau dari SDA Indonesia yang melimpah.
Mengutip Litle John, Rudianto menyatakan bahwa isyarat dan pesan seorang pemimpin harus disampaikan secara lugas dan mampu dicerna oleh publik dan bernilai tinggi.
"Abstraksi pesan politik Jokowi dalam narasi "bisnis racun kalajengking" sangat dangkal manfaatnya," terang dia.
Masih kata dia, selaku presiden semestinya argumentasi didasarkan pada realitas, bukan angan-angan karena sangat bertolak belakang dengan prinsip jabatan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai akademis.
"Presiden memberikan saran kepada rakyatnya atasi krisis ekonomi dengan beternak dan bisnis racun kalajengking, ini khayalan tingkat paripurna," selorohnya.
[dem]