Perang Hastag Jangan Sampai Merembet Ke Pertikaian Fisik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/adityo-nugroho-1'>ADITYO NUGROHO</a>
LAPORAN: ADITYO NUGROHO
  • Selasa, 01 Mei 2018, 03:39 WIB
rmol news logo . Di era informasi teknologi saat ini apalagi menjelang Pilpres 2019, perang tanda pagar (tagar) atau hastag di media sosial menjadi hal yang lazim.

Namun, Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy mengatakan kemungkinan perang hastag itu hanya dilakukan oleh segelintir orang.

"Jumlah benarnya mungkin kurang dari 1 persen penduduk Indonesia, tapi gaduhnya sebegitu rupa," ungkap Gus Rommy biasa disapa di Komplek DPR, Jakarta, Senin (30/4).

Sambung dia, perang hastag yang hanya ada di dunia maya jangan merembet ke pertikaian fisik antar massa yang sudah dimobilisasi. Seperti intimidasi Car Free Day.

Rommy juga menyebut akun-akun di medsos yang hanya dimiliki beberapa orang bisa beranak jadi banyak akun.

"Jadi yang berperang itu kan akun-akun yang diternakkan, mungkin yang megang hanya 30 orang, tapi akunnya bisa 500 ribu," imbuhnya.

Dalam kondisi politik sesungguhnya, menurut dia, akun-akun buzzer itu tidak bisa berbuat banyak.

"Pertarungan buzzer sama sekali tidak signifikan di dalam politik nasional," pungkas Rommy yang juga anggota DPR itu. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA