Namun, Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy mengatakan kemungkinan perang hastag itu hanya dilakukan oleh segelintir orang.
"Jumlah benarnya mungkin kurang dari 1 persen penduduk Indonesia, tapi gaduhnya sebegitu rupa," ungkap Gus Rommy biasa disapa di Komplek DPR, Jakarta, Senin (30/4).
Sambung dia, perang hastag yang hanya ada di dunia maya jangan merembet ke pertikaian fisik antar massa yang sudah dimobilisasi. Seperti intimidasi Car Free Day.
Rommy juga menyebut akun-akun di medsos yang hanya dimiliki beberapa orang bisa beranak jadi banyak akun.
"Jadi yang berperang itu kan akun-akun yang diternakkan, mungkin yang megang hanya 30 orang, tapi akunnya bisa 500 ribu," imbuhnya.
Dalam kondisi politik sesungguhnya, menurut dia, akun-akun buzzer itu tidak bisa berbuat banyak.
"Pertarungan buzzer sama sekali tidak signifikan di dalam politik nasional," pungkas Rommy yang juga anggota DPR itu.
[rus]
BERITA TERKAIT: