"Perbedaan politik jangan disertai dengan tindakan intimidatif dan provokatif, nanti akan merusak persaudaraan di antara kita," terang Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy di Komplek DPR, Jakarta, Senin (30/4).
Gus Rommy mengungkapkan tindakan intimidasi bukan hanya berdampak pada kemunduran demokrasi tetapi juga pada rusaknya persatuan dan kesatuan bangsa.
Masih kata Rommy, saat ini ada 16 partai dan dua pilihan calon presiden atau lebih, namun jangan sampai cara-cara intimidatif masuk dalam ruang demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Kepada para pemimpin parpol atau umat saya menghimbau agar bersama-sama mengingatkan kelompok yang dipimpinnya untuk menghindari cara intimidatif," imbuh anggota DPR ini.
Ketika melihat video yang menjadi viral di medsos, seorang ibu dengan anaknya diintimidasi oleh beberapa orang dari kelompok yang berbeda, Rommy mengutuk tindakan tersebut.
"Saya harap tidak pada tempatnya itu terulang lagi di waktu yang akan datang," pungkasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: