Ketua DPR: Kritik Itu Pupuk

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Kamis, 19 April 2018, 16:56 WIB
Ketua DPR: Kritik Itu Pupuk
Bambang Soesatyo/RMOL
rmol news logo . Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di bawah kepemimpinan Bambang Soesatyo membuat gebrakan baru dengan menggelar Lomba Kritik 2018.

Dengan lomba ini, diharapkan DPR menghilangkan image negatif sebagai lembaga yang anti kritik.

"Kenapa saya mendorong lomba kritik terbaik itu semata-mata karena kritik itu pupuk. Saya ingin lembaga ini tumbuh besar seperti Partai Golkar. Sebab tanpa kritik, kita tidak tahu mulai dari mana melakukan perbaikan," kata Ketua DPR ini pada dialektika demokrasi bertema "Tolak Ukur Kebebasan Kritik DPR," di Media Center DPR, Jakarta, Kamis (19/4).

Selain Bambang, pembicara lainnya adalah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, peneliti senior LIPI Siti Zuhro, pengama politik Effendi Ghozali dan pakar budaya dari Universitas Indonesia Bambang Wibawarta.

Bambang Soesatyo melanjutkan selama ini, pengkritik terbaiknya adalah anaknya di rumah. Jadi kenapa kritik itu perlu tapi juga harus produktif.

Dia juga menyebut kalau persoalan rencana pembangunan gedung DPR, menuai banyak kritikan. Padahal ujar Bambang, Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) sudah menyiapkan sudah jelas berapa dana dan sudah dijelaskan juga alokasi dana. Semuanya sudah diumumkan di sidang paripurna.

"Jadi dengan lomba kritik, saya harapkan kami mendapatkan dukungan agar tahu apa yang bisa diperbaiki di DPR. Karena tanpa kritik kita tidak tahu dimana memulainya. Selama ini saya sering mendapat masukan dri teman-teman wartawan itulah yang kemudian daya mendorong seberapa pancingan. Karena DPR sumber berita sumber informasi yang bisa membuat negara ini adem tentram dan juga bisa gaduh," ungkapnya.

Makanya sebagai pancingan, pihaknya setiap pagi selalu memberi komentar atau statment sebagai pimpinan DPR untuk segala yang terjadi kekiniannya. Mulai komisi I sampai komisi XI DPR.

"Sebenarnya pancingan untuk mendorong DPR untuk menyampaikan apa yang sedang dikerjakan apa yang sedang dilakukan anggota komisi bersama mitranya untuk membantu masyarakat. Kalau kita tidak mau dikritik maka anomali juga. Kita ini pengawas yang mengkritik pemerintah, nah kalau kita dikritik marah itu enggak fair juga. Kami buka kritik sebenarnya. Kritiklah kami seperti mas Fahri kritik pemerintah," demikian Bambang. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA