Selamat Idul Fitri
Selamat Idul Fitri Mudik

GN2B Siap Perangi Penghina Maruf Amin

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 11 April 2018, 18:59 WIB
GN2B Siap Perangi Penghina Maruf Amin
Maruf Amin-Sukmawati/Net
rmol news logo Warga Nahdliyin mulai gerah dengan penghinaan dan caci maki yang dilayangkan sekelompok orang kepada Rais A’am PBNU KH Maruf Amin.

Koordinator Nasional Gerakan Nasional Nahdliyin Bersatu (GN2B) Andi Jamaro Dulung secara tegas meminta kelompok yang menghina ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk berhenti mencaci.

"Kami minta mereka menghentikan penghinaan itu dan kalau tidak, maka GN2B siap berhadap-hadapan bahkan berperang dengan para penghina itu," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (11/4).

Sikap keras GN2B ini dikeluarkan demi menjaga keutuhan umat Islam dan keutuhan NKRI. GN2B merasa tidak terima jika ulama mereka dihina, apalagi Indonesia merdeka juga atas berkat perjuangan para ulama.

GN2B juga menilai pelecehan, penghinaan, dan caci maki kepada KH. Maruf Amin tersebut juga bertentangan dengan ajaran Islam. Sehingga tidak sepantasnya sikap-sikap buruk tersebut ditujukan kepada Kiai Maruf.

"Jadi, kami juga minta jajaran pengurus MUI untuk tidak melakukan penghinaan, caci maki, dan pelecahan yang sama terhadap KH. Maruf Amin sebagai pimpinan tertinggi MUI," jelas Ketua Ikatan Alumni Universitas Negeri Mahasiswa Makasar (UNM) itu.

Hinaan dan cacian terhadap Kiai Maruf bermunculan di media sosial setelah dia memaafkan Sukmawati Soekarnoputri atas puisi kontroversi berjudul ‘Ibu Indonesia’.

Maaf Kiai Maruf terucap saat Sukmawati mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang berlokasi di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (5/4) lalu. Kala itu, putri Bung Karno tersebut mengklarifikasi puisi karyanya yang menuai kritik dari kalangan Islam.

"Beliau sudah minta maaf datang ke sini, bahkan menitikan air mata. Ada kesungguhan di situ. Kami mengajak seluruh umat Islam untuk bisa menerima permohonan maaf beliau," ujar Kiai Maruf saat itu. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA