"Pro kontranya tinggi sekali, ini kalau kita biarkan akan bias," ujar Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Imam Suroso di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4).
Imam menyebutkan keputusan IDI sebagai organisasi etik profesi harus tetap dihormati. Hanya saja, terobosan Dokter Terawan juga perlu diapresiasi.
"Kami juga menghormati Dokter Terawan atas terobosan dan temuannya yang terbukti bagus untuk menyembuhkan dengan cara DSA atau cuci otak," jelasnya.
"Alhamdulillah banyak pejabat dan masyarakat yang tersembuhkan dari hasil temuannya, cuci otak biar tidak stroke biar lancar darah," ilanjut Imam.
Dia juga menegaskan bahwa IDI akan diundang sebagai mitra kerja Komisi IX guna membicarakan penyelesaian terbaik bersama Terawan.
"Kami Komisi IX menghormati keputusan organisasi IDI, nanti InsyaAllah kami akan mengundang IDI, kita mediasi," tutup Imam.
[rus]
BERITA TERKAIT: