PILPRES 2019

Jokowi-Airlangga Saling Melengkapi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 28 Maret 2018, 21:19 WIB
Jokowi-Airlangga Saling Melengkapi
Foto: Net
rmol news logo Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto pada Sabtu (24/3) lalu dinilai sebagai sebuah peristiwa politik yang memiliki bobot yang sangat kuat. Dalam pertemuan itu, Jokowi mengenakan kaos oblong berwarna kuning, warna khas Partai Golkar.

Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kajian Ideologi dan Kebijakan Publik, Happy Bone Zulkarnain mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu, salah satu yang dibicarakan adalah mengenai sosok yang tepat menjadi cawapres Jokowi dalam Pilpres tahun 2019 nanti.

"Presiden Jokowi terlihat nyaman dan akrab dengan Pak Airlangga. Presiden bicara santai dan riang seperti nggak ada beban sebagai seorang sahabat. Kalau ketawanya itu lepas. Warna kuning itu adalah warna kemenangan. Seakan-akan pak Jokowi support dan ini takdir kami,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (28/3).

Dijelaskannya, suasana santai dalam pertemuan itu seakan menyiratkan bahwa keduanya memang memiliki chemistry. Terlebih, keduanya merupakan sosok yang sama-sama ramah dan rendah diri.

Airlangga, kata dia, sangat cocok untuk mendampingi Jokowi di Pilpres tahun 2019 nanti. Sebab, Airlangga yang berlatarbelakang Menteri Perindustrian sangat paham akan isu ekonomi yang memang sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan pembangunan yang selama ini digalakkan.

"Rakyat butuh pendamping presiden yang saling mengisi satu sama lain," tandasnya.

Alasan lain, Airlangga pantas mendampingi Jokowi katanya adalah sang Ketum pada dasarnya diterima oleh semua partai karena memang dia tak memiliki musuh. Karena itulah, Airlangga bakalan mampu menyelesaikan semua masalah hanya dengan musyawarah untuk mencapai mufakat.

Sementara itu, pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan, Airlangga punya kesempatan dipilih lebih luas sebagai cawapres Jokowi. Apalagi, Airlangga berasal dari unsur profesional.

"Dia (Airlangga) punya kesempatan dipilih lebih luas,” imbuh Ray.

Tak jauh beda,  Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai pertemuan antara kedua tokoh itu merupakan isyarat kuat bahwa Jokowi memang mempersiapkan Airlangga sebagai cawapres.

"Memang diajak sengaja dengan berkeliling naik sepeda motor itu. Konteksnya adalah dengan kunjungan yang aktif. Warna motornya juga sama. Mempersiapkan panggung untuk partai Golkar,” demikian Qodari. [sam]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA