Namun ada satu kriteria yang masih mendominasi hingga kini yaitu Jawa dan muslim.
Hal itu diakui anggota DPD RI asal Papua Barat, Mamberop Rumakiek saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Jumat (15/3).
Ia menuturkan, sistem demokrasi dengan suara terbanyak masih memungkinkan orang suku Jawa atau keturunan Jawa maupun muslim menjadi orang nomor satu di negeri ini.
"Dengan sistem demokrasi terbanyak sangat mungkin orang Jawa memimpin karena di seluruh wilayah Indonesia ada orang Jawa," jelasnya.
Terkecuali, lanjut dia, jika Indonesia menggunakan sistem Pemilu berdasarkan keterwilayahan seperti di Amerika, sehingga memungkinkan orang di luar Jawa yang memimpin. Begitu juga dengan kriteria muslim.
"Ya dengan mayoritas muslim di negeri, akhirnya presiden juga harus beragama Islam. Entah di dari NU, Muhammadiyah atau aliran lainnya yang pasti muslim," pungkasnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: