Pemimpin otentik, jabar Sohibul, merupakan pemimpin yang apa adanya dalam penampilan, namun memberikan prosepek positif masa depan. Sebab, pemimpin jenis ini memiliki kualitas yang melebihi tampilannya.
"Sementara pemimpin kosmetik itu menawan tapi suram masa depan, karena bungkus tak sesuai isi," ujarnya dalam akun
Twitter @msi_sohibuliman, Minggu (11/3).
Menurutnya, meski saat ini publik lebih menyukai pemimpin kosmetik, namun segala upaya untuk menghadirkan pemimpin yang otentik tidak boleh berhenti.
"Walau mayoritas publik lebih suka yang kosmetik tapi hadirkan yang otentik jangan terhenti," kata Sohibul
"Kita harus mencari pemimpin yg otentik bukan pemimpin 'kosmetik'. Pemimpin otentik lahir melalui proses. Pemimpin 'kosmetik' lahir karena dipoles," tutupnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: