Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri acara halalbihalal dan silaturahmi Kadin Jawa Tengah di Hotel Patra Semarang, Kamis, 16 April 2026.
Dalam kesempatan itu, Luthfi menyoroti angka kemiskinan di Jawa Tengah yang masih berada di level 9,39 persen dan menekankan perlunya kerja bersama untuk menekannya secara signifikan.
"Kadin kami minta untuk tampil di depan. Memerangi kemiskinan itu tidak bisa hanya sandang, pangan, papan. Ada kesehatan, ada pendidikan. Kita harus keroyok bersama,” kata Luthfi dikutip
Kantor Berita RMOLJateng, Jumat, 17 April 2026.
Menurutnya, penanganan kemiskinan tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat secara terpadu.Demografi
“Rumah kita perbaiki, perut kita isi, kesehatannya kita tangani, anaknya kita sekolahkan. Semua harus jalan bareng,” jelas Purnawirawan Polri tersebut.
Ia juga memaparkan sejumlah langkah yang telah dilakukan Pemprov Jawa Tengah. Pada sektor perumahan, pemerintah telah memperbaiki sekitar 17.000 rumah tidak layak huni (RTLH) sepanjang 2025.
Sementara di sektor kesehatan, diluncurkan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang menghadirkan layanan medis langsung ke desa-desa.
“Masyarakat desa itu banyak yang belum pernah ketemu dokter spesialis. Maka para dokter spesialis keliling ke desa-desa,” tutur Luthfi.
Selain itu, Luthfi secara tegas meminta dunia usaha melalui Kadin untuk mengoptimalkan pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar lebih fokus membantu masyarakat miskin ekstrem di seluruh kabupaten/kota.
CSR-nya digunakan untuk membantu yang miskin ekstrem di wilayah kita. Kalau tidak kita keroyok ramai-ramai, Jawa Tengah akan begitu-begitu saja,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung berbagai program pengentasan kemiskinan.
“Kami berharap Kadin sebagai mitra strategis pemerintah bisa terus mendorong dan membantu program-program pemerintah provinsi, termasuk dalam mengentaskan kemiskinan,” imbuhnya.
Melalui sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, diharapkan penanganan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.
BERITA TERKAIT: