"Kalau sesuai tema 'realita atau propaganda', kami tidak ingin kedua-duanya," kata Ketua Bidang Media PBNU Mukhlas Syarkun saat menjadi pembicara diskusi "Isu Kebangkitan PKI: Realita Atau Propaganda?" di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (6/3).
Ia menyebut peristiwa Gerakan 30 September merupakan catatan kelam bangsa Indonesia yang tidak perlu diungkit-ungkit kembali.
"Kita sebagai bangsa pemaaf sudah saling memaafkan satu sama lain, dan jangan ada dendam lagi diantara anak bangsa ini," ujarnya.
PBNU sendiri tidak ingin tercebur semakin jauh kepada isu ini. Muchlas khawatir isu ini akan terus dipolitisasi termasuk keterkaitan NU.
Ditegaskan dia, PBNU selalu menjadi penengah terhadap pihak-pihak yang berseberangan terkait peristiwa 1965. Muchlas menceritakan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika menjabat presiden pernah menggagas rekonsiliasi.
"Gus Dur ingin mengembalikan hak-hak sipil keturunan PKI, ditolong kok tapi malah minta lebih. Jadi permintaan maaf negara ke PKI itu bukan sekarang saja tapi muncul sudah dari masa Gus Dur," ulasnya.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: