"Jangan hanya yang kroco saja, coba polisi kita minta siapa itu di belakanganya, aktor intelektualnya yang mendanai," kata Kiai Said usai acara istigosah di DPP Partai Golkar, Rabu malam (28/2).
Mengingat cara kerja dari kelompol MCA ini yang tersruktur karena mempunyai timeline isu apa yang hendak dimainka, diduga ada pihak yang memesan.
"Pasti ada yang mengkoordinir pasti, ada yang danain deh. Yang jelas bukan dari NU, karena NU enggak punya uang," sindir dia.
Sambung Kiai Said, adu domba, fitnah, hoax dan membully sesama muslim, sesama warga bangsa, hukumnya haram dan dosa besar. Dalam agama manapun, dan sesuai dengan Al Quran, melarang untuk tidak menghina satu sama lain.
Baca:
Polisi Buru Pemesan Isu Dan Donatur Muslim Cyber ArmyDirektur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran sebelumnya mengatakan, setelah berhasil menagkap lima dari sembilan otak kelompol Muslim Cyber Army, pihaknya akan mencari siapa pemesan dan penyandang dana dari kelompok tersebut.
[rus]
BERITA TERKAIT: