Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan telah menemukan lokasi jatuhnya helikopter beserta seluruh korban.
“Tim SAR gabungan telah berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat dan berdasarkan informasi di lapangan, seluruh penumpang dan awak pesawat dinyatakan meninggal dunia,” ujar Lukman dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.
Berdasarkan data manifest, helikopter tersebut diawaki pilot Capt. Marindra Wibowo dan seorang teknisi, Harun Arasyid. Selain itu, terdapat enam penumpang, salah satunya warga negara Malaysia, Patrick K., serta Victor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.
Helikopter diketahui terbang dari Helipad PT Cipta Mahkota menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1. Pesawat lepas landas pada pukul 07.37 WIB.
Sekitar satu jam kemudian, tepatnya pukul 08.39 WIB, helikopter terdeteksi mengirimkan sinyal darurat dari wilayah hutan Kalimantan Barat. Pada pukul 09.15 WIB, pesawat dinyatakan hilang kontak.
Menindaklanjuti hal tersebut, AirNav Indonesia menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) pada pukul 10.43 WIB sesuai prosedur yang berlaku.
Saat ini, jenazah para korban telah dievakuasi dan disemayamkan sementara di Markas Yonif 642/Kapuas Sanggau sebagai titik transit sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses lebih lanjut.
BERITA TERKAIT: