"Makar merupakan gerakan inkostitusional," kata dia kepada wartawan Rabu (17/1).
Sri menekankan upaya penggulingan sama sekali tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan kepemimpinan OSO maupun Partai Hanura secara keseluruhan.
Menurutnya, dengan adanya gerakan makar ini justru Hanura akan semakin cepat bergerak menyambut pemilu 2019. Karena anasir-anasir buruk yang mengganggu kinerja Hanura sudah terlihat dan sebentar lagi hilang diganti dengan darah segar yang kompeten, loyal dan siap bekerja membesarkan partai.
Sri Mulyono menjelaskan sumber daya manusia baru yang kompeten dan berkualitas serta siap bekerja sangat dibutuhkan oleh partai Hanura untuk menjadi partai unggul yang akan disinergikan dengan prinsip 5S oleh OSO.
Hal ini juga, menurut Sri, sesuai dengan statemen Ketua Dewan Pembina Wiranto bahwa Hanura bukan partai dinasti tapi partai modern berdasarkan meritokrasi.
Ada dua cara menangani gerakan makar itu, lanjut Sri, pertama cara persuasif yakni dengan mengajak dialog untuk kemudian insyaf dan kembali bergabung menjadi satu barisan atau cara kedua yakni harus dipadamkan secepatnya.
"Tentunya kami berharap cara pertama yang berjalan," jelas Sri.
Saat ini tambah Sri, 80 persen DPD dan DPC Partai Hanura sudah bersama kembali dengan OSO.
"DPD dan DPC sudah menyadari gerakan makar ini dan lebih dari 80 persen sudah berdiri bersama Ketua umum Oesman Sapta," pungkasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: