"Saya sempat beber‎apa kali melihat adik saya itu muntah-muntah," ujar kakak kandung Novanto, Setyo Lelono saat dihubungi, Jumat (22/9).
Setyo menjelaskan pihaknya telah menyerahkan penanganan keluhan Novanto itu kepada pihak rumah sakit. Hasilnya, setelah dilakukan analisa dan CT Scan, maka sesegera mungkin perlu dilakukan tindakan operasi tahap kedua. Sebab, ada gangguan penyempitan di saluran pernapasan.
"Operasi tahap kedua harus sesegera mungkin. Karena proses sirkulasi oksigen ke otak berkurang bahkan bisa menutup aliran udara sewaktu-waktu, sehingga dapat memicu melambatnya kerja jantung yang bisa mempengaruhi semua fungsi organ tubuh lainnya. Kalau terjadi bisa sudden death," tegasnya.
Sudden death yang dimaksud Setyo adalah kemungkinan kematian mendadak jika ketua umum Partai Golkar itu tidak segera ditangani.
"Ini sangat urgent dan harus dihindari jangan sampai terjadi, karena tidak bisa diprediksi kapan terjadi," urainya.
Setyo menjelaskan bahwa dalam tahap operasi kedua ini, dokter telah menghentikan pemberian obat pengencer darah pada Novanto. Menurutnya. pemberhentian ini beresiko tinggi bagi keselamatan Novanto karena gangguan yang lain belum ditangani.
"Tetapi harus dilakukan, sekali lagi dikhawatirkan adanya penyumbatan ulang yang dapat mengakibatkan sudden death. Beberapa hal lainnya juga harus dijaga secara intensif baik itu kondisi jantung, ginjal, tensi, aliran darah, dan sebagainya," jelasnya.
"Mohon doanya ya," tutup Setyo mengakhiri.
[zul]
BERITA TERKAIT: