Massa aksi yang hanya berjumlah belasan orang ini mencoba mendesak lebih dekat menuju Kedubes Myanmar, sehingga terjadi aksi dorong-dorongan dengan aparat yang bertugas di sana.
Salah seorang kordinator aksi FKMJ, Al Azhar menegaskan bahwa mahasiswa merupakan garda terdepan dalam hal kemanusiaan.
Karenanya, meski tak memiliki massa banyak, FKMJ tetap turun ke lapangan untuk memprotes tindakan biadab junta militer Myanmar terhadap muslim Rohingya.
"Kami akan kembali turun aksi dengan jumlah massa yang lebih besar. Dan dengan melakukan perjuangan menggunakan jalur diskusi di media sosial untuk mengumpulkan aksi massa selanjutnya," tandasnya.
[sam]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: