Hal itu disampaikan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria dikutip pada Rabu, 10 Juni 2026.
Dony menegaskan transformasi dan streamlining yang dijalankan Telkom Group menjadi bagian penting dalam memperkuat fokus bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan di tengah perkembangan industri digital yang terus berubah.
"Transformasi ini penting untuk memperkuat fokus bisnis dan memastikan Telkom Group bergerak lebih agile dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional," ujar Dony.
Ia memastikan tak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan imbas pemangkasan anak perusahaan Telkom tersebut.
Menurut Dony, dari 48 anak usaha yang dipangkas nantinya sebanyak 14 perusahaan bakal ditutup, lalu sisanya dimerger. Ia pun memastikan tak ada PHK dalam proses ini karena pegawai akan bergabung dengan perusahaan yang tetap ada.
“Kan banyak konsolidasi. Misalkan kayak fiber optic, itu nanti terkonsol ada beberapa perusahaan yang jadi satu, kan size-nya jadi besar, karyawannya ikut. Kan banyaknya merger," pungkasnya.
Dony sebelumnya pernah bertemu dengan Direktur Strategic Business Development & Portfolio PT Telkom Indonesia Seno Soemadji untuk membahas perkembangan pelaksanaan streamlining dan transformasi bisnis Telkom Group.
Pada pertemuan tersebut, Telkom memaparkan sejumlah langkah strategis yang tengah dijalankan, mulai dari merger, divestasi, likuidasi, konsolidasi bisnis, hingga pembentukan enterprise holding baru.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat fokus bisnis digital dan infrastruktur telekomunikasi nasional di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif.
Sebagai bagian dari agenda transformasi tersebut, sejumlah program prioritas juga terus dipercepat, termasuk konsolidasi FiberCo BUMN, pengembangan Data Center, TowerCo, dan InfraCo, serta penataan lisensi Telkom Group guna mendukung transformasi menuju strategic holding digital yang lebih adaptif dan berdaya saing global.
BERITA TERKAIT: