Demikian disampaikan Sekjen Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon (PB MD Hubbul Wathon), Hery Haryanto Azumi mengomentari situasi di Myanmar Selatan.
Lebih lanjut, Hery Haryanto Azumi yang kini menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jendral PBNU juga menyoroti aksi militer Myanmar yang terkesan otoriter dan mengambil jalan kekerasan terhadap etnis Rohingya.
"Kekerasan yang dilakukan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya merupakan tindakan yang sewenang-wenang. Indonesia melalui ASEAN harus bersuara atas nama kemanusiaan," tambahnya.
Tidak hanya itu, Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) 2005-2008 itu juga mengajak pemerintah Indonesia untuk membawa pesan pada Myanmar agar menghentikan mentalitas junta militer yang terjadi selama ini.
"ASEAN dalam hal ini, baik untuk mengajak anggotanya agar membantu Myanmar keluar dari mentalitas Junta," katanya.
Meskipun begitu, ia menolak konflik di Myanmar dijadikan alat untuk menggalang kombatan di Indonesia yang mengatasnamakan agama.
"Penggalangan kombatan atas nama solidaritas agama di Indonesia itu sesuatu yang tidak dibenarkan," tegasnya.
Ia sendiri menilai kasus Rohingya di Myanmar bisa dijadikan parameter untuk melihat sejauh mana soliditas anggota ASEAN dalam menyelesaikan masalah-masalah domestik antar negara.
[wid]
BERITA TERKAIT: