"Lambat laun Kota Bekasi bisa kehilangan identitasnya bila tata kelola SDM kurang diperhatikan. Sebab, dalam sebuah proses pembangunan aspek yang perlu kita fokuskan bukan hanya infrastruktur namun juga pengembangan SDM yang berkualitas," jelas politisi Partai Gerindra Anggawira dalam keterangannya, Kamis (24/8).
Dia mencontohkan, perspektif pembangunan sektor pendidikan di Kota Bekasi belum optimal. Padahal, pendidikan merupakan faktor penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.
"Keseimbangan dalam program pembangunan seyogyanya berjalan seirama agar masyarakat sebagai objek pembangunan yang berkelanjutan memiliki kualitas dan berintegritas," beber Anggawira yang juga dosen pasca sarjana Fakultas Ekonomi Universitas Islam Asyafiiyyah.
Dia memandang bahwa kebijakan yang diterapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat ini mengadopsi gaya pemerintahan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang terkonsentrasi pada pembangunan infrastruktur.
"Mirip-mirip dengan gaya Pak Ahok yang kurang memperhatikan tata kelola sumber daya manusia," kata Anggawira.
Dia pun mengomentari pembangunan hutan kota yang tanpa menyeimbangkan dengan zona-zona hijau lingkungan, banjir yang hampir terjadi di setiap tahun, dan kemacetan di beberapa jalan protokol sehingga mempertontonkan kesemrawutan kota akibat kebijakan parsial Pemkot Bekasi.
"Kesemrawutan yang terjadi sekarang tentu merupakan salah satu dampak dari kebijakan parsial. Untuk itu, Bekasi perlu perbaikan dan pemerataan pembangunan, baik dari infrastruktur maupun masyarakatnya," pungkas Anggawira yangg berniat maju sebagai bakal calon wali kota di Pilkada Kota Bekasi 2018.
[wah]
BERITA TERKAIT: