Atas alasan itu, Ketua Umum MDHW KH Musthofa Aqil Siradj mengaku senang MHDW ditunjuk Presiden Joko Widodo menggelar dzikir di Istana Negara, Jakarta, Selasa (1/7) besok. Terlebih dzikir bertajuk Dzikir Kebangsaan itu juga sekaligus untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-72.‎
"Ya, itulah cita- cita kami," ujarnya Kiai Musthofa dalam jumpa pers di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (31/7).
Lebih lanjut, KH Musthofa menjelaskan bahwa saat ini bangsa Indonesia terancam mengalami keretakan karena, ada kelompok yang memaksakan diri untuk mengubah ideologi Pancasila.
"Ini lebih berbahaya dibandingkan dengan zaman penjajahan. Kalau zaman penjajahan musuh kita nyata, yaitu Belanda, sekarang orang pribumi sendiri yang ingin mendirikan negara versi mereka sistem pemerintahannya," tutur adik kandung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ini.
Untuk melawan kelompok radikal ini, maka para alim ulama serta kalangan lintas agama yang sepakat dengan ideologi Pancasila harus bersatu.
"Itu pun belum cukup. Pemerintah harus juga mendukung gerakan kami," imbuhnya.
Kesempatan menggelar Dzikir Kebangsaan di Istana Negara, menurut KH Musthofa merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk menjaga keutuhan NKRI. Selama ini, pemerintah juga sudah berupaya melakukan doktrin kepada masyarakat agar membela negaranya.
"Pemerintah bikin program bela negara, itu boleh kita sebut kalau pemerintah tidak mau bangsa ini terpecah belah," katanya.
Untuk Dzikir Kebangsaan di Istana Negera besok, Sekjen MDHW Hery Haryanto Azumi mengungkapkan bahwa ribuan alim ulama plus undangan sudah siap berdzikir di istana.
"Teknis pelaksanaan (Dzikir Kebangsaan) sudah hampir seratus persen. Semoga hari ini final persiapan kita," pungkas Hery.
[ian]
BERITA TERKAIT: