Mereka kecewa karena Ibnu Hadjar dinilai gagal melakukan lobi-lobi di internal DPRD Kota Bekasi mengenai posisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD).
"Kami sangat kecewa ya mendengar hal tersebut. Kenapa bisa seperti itu ? Harusnya ‘kan Gerindra bisa menempati posisi yang lebih tinggi. Yaa mungkin ada negosisasi atau apa gitu bisa seperti itu," ujar Ketua PAC Gerindra Pondok Melati, Rahmat.
Menurutnya, Gerindra yang merupakan partai pemenangan keempat dan memperoleh enam kursi di DPRD Kota Bekasi, harusnya bisa mendapatkan posisi strategis di internal dewan atau AKD. Namun, lantaran tidak adanya power dan pengaruh spesifik dari ketua partai, Gerindra pun harus kehilangan jabatan tersebut.
Selain itu, Rahmat pun menekankan bahwa ketua Partai Gerindra yang kini masih dijabat oleh Ibnu Hajar sangat lemah dalam hal lobi-lobi politik.
"Ya harus segera diganti (ketua Partai Gerindra). Apalagi SK sudah lama habis, tapi belum ada pergantian,†tegasnya.
Lebih lanjut, Rahmat berharap, Ketua Partai Gerindra selanjutnya bisa lebih transparan dan jelas dalam memimpin DPC Gerindra di Kota Bekasi.
“Di Partai Gerindra banyak orang-orang bagus. Pasti nanti adalah yang bisa menjadi ketua partai yang kompeten. Dan yang terpenting kriteria utama itu harus transparan dan jelas,†pungkasnya.
Terpisah, hal senada juga diutarakan Wakil Ketua DPRD Fraksi Gerindra, Irman Firmansyah.
“Meski saya tidak bisa berkomentar banyak, tapi jika mengetahui hal tersebut yang berkaitan dengan partai pastinya saya kecewa. Karena menurut saya, Gerindra Kota Bekasi sudah sangat bagus dan menjadi pemenang keempat," tuturnya.
[wid]
BERITA TERKAIT: