Salah satunya yakni soal pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah yang bersifat edukatif dan tak ada kegiatan yang bersifat perpeloncoan atau kekerasan.
"Hari pertama masuk sekolah. Nenek dan ibunya pun ikut bersekolah. Tradisi yang baik," kata Anggota Komisi X DPR dari fraksi Hanura Dadang Rudiana dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Rabu (19/7).
Dengan adanya tradisi itu, lanjut dia, pihak sekolah telah memberikan akes kepada masyarakat terutama kepada masyarakat yang tak mampu. "Setiap sekolah harus memberikan akses kepada masyarakat tidak mampu, sekarang-kurangnya 20 prosen," jelas Dadang.
Dia mengatakan, pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa-siswi SD, SMP, SMK/SMK tahun ajaran 2017/2018 ini benar-benar disosialisasikan dengan baik oleh Kemendikbud.
Belum lagi, katanya, pendidikan karakter di Madrasah Diniyah yang sempat membuat sebagiakan masyarakat khawatir, karena beranggapan dengan program Kemendikbud soal lima hari sekolah dan delapan jam sekolah bakal membuat berat para peserta didik.
"Tak terganggu (Mendikbud sudah menjamin itu) dengan adanya lima hari belajar."
Seperti diketahui pada tahun ajaran 2017 ini Kemdikbud mengambil tema "Kita Indonesia Kita Berkarakter Sejah hari pertama sekolah". Tema ini sesuai dengan program pendidikan karakter yang menjadi perhatian khusus pemerintah.
[sam]
BERITA TERKAIT: