"Atas perintah Pak Presiden Jokowi, telah dieksekusi terpidana narkotika beberapa waktu lalu. Meski menuai kontroversi dari pihak asing, sebanyak 18 terpidana mati baik WNA maupun WNI kasus narkotika telah dieksekusi," ungkap Kepala BNN Komjen Polisi Budi Waseso (Buwas), Kamis (13/7).
Hal itu dikatakan Buwas dalam sambutannya di acara puncak Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017 di Plaza Tugu Api Pancasila, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.
Sejak awal masa pemerintahannya, kata Buwas, Jokowi menyatakan perang besar terhadap narkoba. Jokowi menyatakan, Indonesia berada dalam situasi darurat narkoba. Terbukti dengan langkah tegas dalam menerapkan eksekusi teridana mati kasus narkotika.
"Salah satu yang dieksekusi adalah Freddy Budiman. Gembong narkotika kelas kakap di Indonesia yang kerap terlibat kasus-kasus penyelundupan narkotika dari mancanegara. Meski pun (Freddy) tengah mendekam di jeruji besi," papar Buwas.
Menurut Buwas, tindakan tegas itu perlu dilakukan guna mencegah dan memberantas Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Termasuk prekursor narkotika yang menjadi ancaman kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.
Melalui peringatan HANI 2017, masyarakat diharapkan dapat memaknai bentuk keprihatian terhadap P4GN. Sehingga dapat membentuk gerakan untuk menyadarkan seluruh umat manusia di dunia.
"Hal ini menggelorakan semangat membara dalam sebuah kebersamaan seluruh komponen bangsa. Sebagai upaya melawan kejahatan narkotika," pungkasnya.
Peringatan HANI 2017 mengusung tema,
LISTEN FIRST : Listening to children and youth is the first step to help them grow healthy and safe. Dengan kata lain, "Mendengarkan suara hati anak-anak dan generasi muda merupakan langkah awal untuk membantu mereka tumbuh sehat dan aman dari penyalahgunaan narkotika."
Acara ini dimeriahkan berbagai hiburan seperti penampilan band lokal Slank, paduan suara Maradika UI, aksi permainan alat musik dari para peserta rehabilitasi narkoba Lido, Bina Vokalia, dan akan ada aksi dari anjing pelacak dari unit K-9 milik BNN.
Selain Buwas, hadir juga Menko Polhukam Wiranto yang mewakili Presiden Jokowi. Serta beberapa pejabat negara lainnya dari instansi BNN, Polri, TNI, Kementerian, Pemprov DKI, hingga organisasi masyarakat dan anggota Pramuka.
[rus]
BERITA TERKAIT: