"Kalau masuk ke Pansus, PKS sudah selesai," tegas anggota DPR ini di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/7).
Namun demikian, pria yang akrab disapa HNW ini mengingatkan agar Pansus KPK harus berpegang teguh pada komitmen awalnya untuk tidak melemahkan komisi anti rasuah.
"Karena itulah yang disampaikan ke publik agar kredibilitas DPR bisa terjaga. Karena ini demokrasi siapapun boleh mengingatkan Pansus, begitu juga soal KPK," jelasnya.
Namun, disisi lain menurut dia KPK pun harus dikritisi. Sebab KPK masih banyak memiliki banyak pekerjaan rumah (PR). Dimana masih banyak kasus yang merugikan keuangan negara hingga triliunan rupiah belum terpecahkan.
"Century nggak ada sama sekali diterusin KPK. Pembelian tanah Pemprov DKI Rp 600 miliar nggak disebut," sesalnya.
Belum lagi, tambah wakil ketua MPR ini, tidak sedikit pula operasi tangkap tangan (OTT) KPK hanya menyasar pada kasus yang merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah.
"Kedua belah pihak perlu diingatkan. Pansus diingatkan tetap dalam koridor menguatkan KPK. KPK juga diingatkan, anda lembaga publik yang layak dikritisi agar kinerja anda semakin baik," tukas HNW.
[rus]
BERITA TERKAIT: