
. Perombakan kabinet jilid III yang dikabarkan akan dilakukan setelah Lebaran 2017 diyakini sebagai upaya Presiden Joko Widodo melakukan konsolidasi politik untuk menuju Pilpres 2019.
Analisis politik dan HAM dari Labor Institute Indonesia, Andy William Sinaga berharap lewat reshuffle III, Jokowi sapaan akrab Kepala Negara, dapat membersihkan menteri yang partainya agak 'nakal'.
"Menurut saya hal yang wajar bagi Presiden membentuk koalisi yang efektif dengan parpol yang konsisten mendukungnya," ujar Andy saat dihubungi redaksi, Jumat (30/6).
Jelas dia, di internal parpol pendukung, banyak juga pakar yang layak masuk kabinet.
Misalkan, pakar ekonomi Prof. Hendrawan Supratikno dari PDI Perjuangan dan pakar energi Dr. Kurtubi dari Partai Nasdem.
"Jokowi bisa minta parpol pendukung mengusulkan pakar-pakarnya masuk ke kabinet," pungkas Andy.
[rus]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: