Beberapa warga yang antusias memberikan respon acara yang berlangsung hingga tengah malam itu.
Ayudya, mahasiswi Poltekes Blitar misalnya, mengaku bangga sebagai pemuda Blitar karena berada di pusaran sejarah bangsa, di mana makam proklamator kemerdekaan Bung Karno berada.
"Rasanya sangat mengharukan pas ada peringatan hari lahir Pancasila. Saya sebagai pemuda, merasa sangat terinspirasi sekali dari Bung Karno. Pastinya bangga sekali ya berada di daerah tempat l makamnya proklamator Indonesia merdeka. Ini bukan hanya mengenang sejarah tapi memotivasi bagaimana mengisi kemerdekaan," ujarnya perempuan 19 tahun itu.
Meida Dwi juga menganggap kegiatan Grebeg Pancasila ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat termasuk bagi generasi muda. Kegiatan ini membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan semangat persatuan. Sebab masyarakat Blitar dan daerah lainnya berkumpul mengenang kembali perjuangan kemerdekaan dulu.
"Kegiatan peringatan hari lahir Pancasila mungkin dilakukan di mana-mana tapi khusus di Blitar ya lebih luar biasa rasanya. Karena di sini makam Bung Karno berada. Inilah yang membuat kami terinspirasi," ujar karyawati perusahaan swasta di Blitar berusia 23 tahun itu.
Sementara Sigit menilai Grebeg Pancasila bukan sekadar seremonial tapi menjadi penggugah semangat masyarakat untuk menghidupkan kembali ajaran Bung Karno tentang pancasila, kebhinnekaan maupun upaya mengangkat harga diri sebagai bangsa yang berbudaya.
"Saya yakin semua masyarakat Indonesia terinspirasi oleh Bung Karno. Pada peringatan grebeg pancasila saya terbawa semangat Bung Karno yang gigih memperjuangkan kemajuan negara. Saya pedagang biasa di Blitar tapi bisa merasakan bagaimana Bung Karno yang membela kaum pedagang kecil dan rakyat biasa," kata pemuda 33 tahun tersebut.
[ian]
BERITA TERKAIT: