"Kebudayaan dimiliki oleh setiap manusia, kebudayaan membentuk karakter manusia dalam tindakan-tindakan yang dilakukan sehari-hari," kata Kasat Intel Polres Jaktim Sianipar, dalam diskusi di kantor Yayasan Komunikasi Indonesia, di Jalan Salemba, Jakarta Pusat (Selasa, 30/5) yang gedungnya diresmikan oleh Presiden Joo Widodo terpilih saat itu.
Acara ini dilaksanakan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Jakarta dan Kesbangpol pemerintah provinsi DKI Jakarta dengan tema "Dialog Membangun Kecintaan Seni dan Budaya." Selain Sianipar, hadir juga sebagai pembicara Sekretaris I GMKI Jakarta Yulius Carlos Wawo dan Tio Sianipar.
Yulius Carlos Wawo mengatakan bahwa di era globalisasi dan kemajuan teknologi kemajuan sekarang ini memang tidak dapat dipungkiri masuknya juga kebudayaan asing yang menyertai. Masuknya teknologi beserta budaya akan diadopsi dan disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Itulah yang dimaksud dengan alih teknologi.
Kemudahan untuk mendapatkan informasi dan kebiasaan berkompetensi juga merupakan salah satu dampak positif masuknya kebudayaan asing. Misalnya Kemajuan di bidang teknologi, komunikasi, informasi, dan transportasi yang memudahkan kehidupan manusia. Kemajuan teknologi menyebabkan kehidupan sosial ekonomi lebih produktif, efektif, dan efisien sehingga membuat produksi dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional.
Adapaun dampak negatifnya adalah, misalnya, dengan masuknya kebudayaan asing, seperti sikap individualis dan mengabaikan nilai budaya yang ada di masyarakat dan yang dapat kita lihat dimasyarakat munculnya sifat konsumerisme akibat banyaknya produk-produk di dalam negeri.
Sementara Tio Sianipar mengatakan bahwa setiap Negara memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Seiring dengan berjalannya waktu, di era globalisasi dan kemajuan teknologi seperti saat ini tidak dipungkiri masuk juga kebudayaan asing sehingga terjadi interaksi antara berbagai kebudayaan. Budaya asli pun berinteraksi dengan budaya asing yang makin berkembang dari negara lain.
"Interaksi tersebut menciptakan bubungan yang terwujud dalam bentuk akulturasi, asimilasi, sintesis dan penetrasi," jelasnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: