"Karena itu, Hari kebangkitan Nasional jadi momentum perenungan paling tepat merajut lagi persatuan nasional," kata Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Chrisman Damanik di Jakarta, Sabtu (20/5).
Chrisman mengingatkan adanya pihak-pihak tertentu baik dari dalam negeri maupun luar negeri menginginkan Indonesia berbenturan antar sesama anak bangsa baik di tataran
grass root maupun tingkatan elit politik.
"Semua ini, karena kita berada di posisi yang sangat strategis sehingga secara geopolitik menjadi incaran kepentingan bangsa lain untuk mengoyak persatuan kita," paparnya.
"Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) esensinya mengingatkan dan membuka kembali mata hati rakyat. Membuka dan mengingatkan semangat persatuan yang jadi kekuatan maha dasyat dari rakyat Indonesia," imbuh Chrisman menambahkan.
Dijelaskannya, mudahnya masyarakat dipecah belah dengan berbagai macam kepentingan, disebabkan juga karena kurangnya pemahaman sejarah dan nilai Pancasila secara baik. Sehingga rakyat mudah tersulut emosinya dan terjebak kepentingan sesaat.
"Sudah saatnya Indonesia bangkit dari kemiskinan dan kebodohan yang tercipta dari berbagai ketimpangan ekonomi-politik, hari kebangkitan bangsa Indonesia harus menjadi media persatuan melawan berbagai permasalahan bangsa menuju kedaulatan, kemandirian dan kepribadian nasional yang tertuang dalam trisakti," tandasnya.
Untuk itu, semua elemen bangsa harus bersatu, baik masyarakat maupun elit politik serta penyelenggara negara karena persatuan nasional syarat mencapai cita-cita lahirnya negara bangsa dan mewujudkan masyarakat adil makmur. "Mari bersatu padu bergotongroyong membangun bangsa ini," lanjutnya.
Dia juga menegaskan, GMNI akan terus menjadi garda terdepan membina persatuan nasional. GMNI akan mengumpulkan segenap elemen masyarakat dan membuat terobosan pemikiran membina rasa persatuan di negara ini.
"Karena tanpa persatuan nasional bangsa ini semakin terpuruk," demikian Chrisman Damanik.
[rus]
BERITA TERKAIT: