Menurut Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo, faktor pertama dan utama adalah reformasi Indonesia selama 19 tahun berjalan tanpa arah yang jelas.
"Reformasi yang kita dapatkan saat ini merupakan reformasi tanpa skenario. Jadi reformasi kita sebetulnya tanpa arah," ujarnya dalam diskusi bertema 'Membaca Indonesia' di Kantor Para Syndicate, Kebayoran, Jakarta (Jumat, 19/5).
Ari mengatakan, reformasi tanpa arah tersebut menyebabkan demokrasi Indonesia hanya melahirkan transaksi politik ketimbang transformasi masyarakatnya. Sedangkan, elit pemerintah sendiri saat ini belum mampu menjadi aktor dalam demokrasi.
"Mereka lebih menampilkan sebagai politisi daripada aktor negarawan. Itu yang menjadi alasan kenapa demokrasi kita masih cacat," imbuhnya.
[wah]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: