Dijelaskan Kuasa hukum Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro bahwa kliennya selalu dijadikan sasaran politik oleh kelompok tertentu pasca kekalahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI. Kelompok itu, kata dia, dimotori oleh Jokowi dan Megawati.
"Pertama, Presiden Jokowi, PDIP, dan Megawati. Mobilisasi massa yang dilakukan Habib Rizieq terkait sumber daya umat Islam dan pemimpin yang pro Islam itu nanti akan berlanjut ke Pilpres 2019," ungkap Sugito kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/5).
Sugito melanjutkan, selama ini Rizieq sudah menjadi simbol perlawanan terhadap pemerintah. Apalagi, Rizieq juga sudah membuktikan sanggup mengerahkan massa dengan jumlah yang sangat besar.
"Saya duga ini bahaya kalau 2019, Habib tidak masuk. Habib masih punya kekuasan untuk melakukan mobilisasi (massa). Sehingga akan mengancam Presiden Jokowi. Jadi ini sudah sangat politis," paparnya.
Sugito pun berani menjamin, jika Polisi sudah menjadi alat politik untuk menyerang kliennya. Apalagi, pergerakan kliennya selama ini sudah sangat kritis menyerang penguasa.
Seperti diketahui, Firza ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan percakapan berkonten porno dengan Rizieq. Polisi masih menunggu untuk memeriksa Imam Besar FPI itu yang belum kembali dari ibadah umrah sejak April lalu.
[ian]
BERITA TERKAIT: