Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Sunatra, menyatakan hal tersebut masih mungkin berubah dan menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat.
"Sebetulnya, Rapimda kemarin itu agendanya membahas persiapan Pilkada Jabar 2018. Namun, ada aspirasi yang berkembang untuk mendukung Mulyadi. Untuk penetapannya sendiri menjadi kewenangan DPP sesuai Undang-undang 10 tahun 2016," kata Sunatra dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Selain Mulyadi, muncul nama lain yang sering disebut sebagai calon kuat. Seperti Agung Suryamal yang merupakan Ketua KADIN Jawa Barat. Menanggapi hal tersebut, Sunatra menyebut Agung pun masih berpeluang masuk dalam penjaringan calon.
"Ya, saya mengetahui sosok Agung yang sudah mulai ramai diberitakan di media. Dia sebagai tokoh daerah, aset Jabar, berpengalaman terutama dalam bidang ekonomi. Jadi bisa saja berpeluang tergantung dari popularitas dan elektabilitasnya nanti," jelas Sunatra.
Untuk saat ini, lanjut Sunatra, sebanyak 27 DPC Gerindra Jabar telah sepakat mengusung Mulyadi. Mereka pun akan menyeleksi partai yang layak menjadi mitra koalisi di Pilkada Jabar tahun depan.
"Untuk saat ini 'bola' sudah ada di DPP, kita tinggal menunggu waktu. Karena saat ini situasinya penuh dinamika. Untuk tahap selanjutnya Gerindra tengah menyeleksi mitra koalisi yang memiliki frekuensi sama," paparnya.
Partai yang disebut-sebut akan menjadi mitra koalisi Gerindra adalah PKS. Hal ini tak lepas dari keberhasilan dua partai itu memenangkan Pilkada DKI Jakarta.
"Kita ingin imbas dari 'Jakarta effect' bergulir sampai ke daerah dan berpengaruh pada Pilkada Jabar," pungkas Sunatra.
[ald]
BERITA TERKAIT: