Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai momentum dan komposisi peserta menunjukkan adanya upaya menjaga soliditas politik pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Pemerintahan tidak hanya membutuhkan dukungan di parlemen, tetapi juga kesinambungan komunikasi di antara partai-partai yang berada di dalam maupun di sekitar pemerintahan,” kata Amir, dikutip Minggu 16 Agustus 2026.
Menurut Amir, sekretaris jenderal partai merupakan salah satu simpul penting dalam komunikasi dan koordinasi politik. Karena itu, berkumpulnya para sekjen dalam satu forum dapat menjadi ruang untuk menyamakan persepsi mengenai berbagai isu strategis.
“Pemerintah harus menjaga stabilitas koalisi, memastikan dukungan parlemen, sekaligus mengantisipasi dinamika politik yang berkembang di luar pemerintahan,” tegas Amir.
Ia mengatakan keberadaan para sekjen dalam satu forum menunjukkan jalur komunikasi politik antarpimpinan partai masih terus dipelihara.
“Yang menarik bukan hanya siapa yang hadir, tetapi bagaimana hampir seluruh simpul partai pendukung pemerintah dapat duduk bersama dalam satu forum,” kata Amir.
Sejumlah sekjen partai yang hadir antara lain Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron, Sekjen PAN Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, Sekjen PKS Muhammad Kholid, dan Sekjen NasDem Hermawi Taslim.
Hadir pula Sekjen PSI Raja Juli Antoni dan Sekjen Partai Gelora Mahfudz Sidiq.
Perwakilan partai nonparlemen juga disebut hadir, termasuk Sekjen Partai Bulan Bintang, Partai Garuda, dan Partai Rakyat Adil Makmur. Sementara Sekjen PPP disebut tidak hadir karena berhalangan.
BERITA TERKAIT: