Kepala Daerah Berpeluang Ramaikan Bursa Pilpres 2029

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Rabu, 05 Agustus 2026, 11:59 WIB
Kepala Daerah Berpeluang Ramaikan Bursa Pilpres 2029
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago. (Fot: Ist.)
Kecil Besar
rmol news logo Dinamika menuju Pilpres 2029 akan semakin menarik apabila diwarnai oleh munculnya lebih banyak figur alternatif, termasuk dari kalangan kepala daerah. 

"Demokrasi membutuhkan pilihan. Semakin banyak figur yang memiliki kapasitas untuk tampil, semakin baik bagi kualitas demokrasi kita," ujar Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago kepada wartawan, Rabu, 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan bahwa pengalaman politik Indonesia menunjukkan kepala daerah memiliki peluang untuk naik ke level kepemimpinan nasional. Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membangun karier politik dari Walikota Solo hingga menjadi Presiden, sementara Anies Baswedan mampu menjadi salah satu kandidat utama setelah memimpin DKI Jakarta.

Menurut Arifki, pola tersebut membuat sejumlah kepala daerah saat ini mulai masuk dalam perhatian publik menjelang Pilpres 2029, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. 

"Memimpin daerah strategis merupakan modal politik yang penting dan momentum itu yang dirasakan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil menjelang Pilpres 2024. Tetapi itu baru langkah awal, tantangan berikutnya adalah bagaimana membangun kapasitas, rekam jejak, dan kepercayaan publik di tingkat nasional," katanya.

Ia menilai waktu tiga tahun menjelang Pilpres merupakan periode penting bagi para kepala daerah untuk menunjukkan kualitas kepemimpinannya melalui kinerja, bukan semata-mata melalui pencitraan.

"Yang dibutuhkan sekarang bukan kampanye, melainkan karya dan memanfaatkan momentum. Kepala daerah yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan publik ketika berbicara di level nasional,” ujar Arifki.

Arifki menegaskan bahwa semakin banyak kepala daerah yang mampu menunjukkan prestasi, semakin banyak pula alternatif yang dimiliki masyarakat dalam menentukan pemimpin nasional.

"Pada akhirnya, demokrasi tidak membutuhkan sedikit pilihan, tetapi membutuhkan banyak pilihan yang sama-sama berkualitas. Kompetisi yang sehat akan menghadirkan pemimpin terbaik bagi Indonesia dan proses itu sudah pernah kita lalui di Pilpres sebelumnya,” demikian Arifki.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA