Romi mengklaim bahwa biang keladi dari perpecahan di PPP adalah ulah Djan Faridz dengan memberikan harapan palsu di setiap kader yang ada di daerah. Romi juga menyampaikan bahwa Djan Faridz adalah Penyusup Petualang di PPP.
Sudarto mengatakan bahwa pernyataan Romi itu seperti "maling teriak maling".
"Djan Faridz itu sejak dulu sudah PPP. Beliau Pernah menjadi Majelis Pakar Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan sebelum menjadi Ketua Umum DPP PPP. Beda dengan Romi yang masuk ke PPP melalui SDA langsung sebagai Wakil Sekjen DPP PPP, setelah sebelumnya sebagai Pengurus Garda Bangsa PKB Jawa Barat," sindir Sudarto.
"Djan Faridz yang membangun Gedung DPP PPP yang megah seperti saat ini. Belum sumbangsih beliau kepada ribuan pesantren, masjid, anak yatim dan ormas-ormas Islam di seluruh pelosok negeri. Betapa banyak Calon Legislatif dari PPP yang jadi karena bantuan beliau. Saya sendiri tidak pernah mendengar Romi menyumbang apa untuk PPP selain memecah belah," tambah Wasekjen DPP PPP Muktamar Jakarta ini.
Ia menambahkan bahwa publik tidak akan pernah lupa bahwa PPP ini pecah gara-gara syahwat Politik Romi ingin menjadi Ketua Umum dengan menghalalkan segala cara. Mulai mengkudeta SDA dengan menyelenggarakan muktamar Surabaya, Melanggar AD/ART Partai dengan menyelenggarakan muktamar sebelum 20 Oktober 2014, melanggar Putusan Mahkamah Partai dan Majelis Syariah DPP PPP dan terakhir malah melawan Putusan MA.
"Semua dilawan Romi demi ambisi sebagai ketua umum abal-abal," sambung Sudarto.
"Pengakuan eksistensi dari Romi bahwa pengurus PPP Djan Faridz itu dari DPP, DPW, DPC, PAC hingga Ranting benar adanya. Pengurus kami ini yang asli dan jelas mengakar-militan. Karena ada kesamaan visi perjuangan menegakkan kebenaran. Pengurus kami ini mandiri gotong royong membiayai sendiri kegiatan partai. Setiap keputusan partai yang penting selalu dibicarakan bersama-sama. Terakhir kali pengurus Partai dari DPP hingga DPC Se Indonesia konsolidasi di Rakornas bulan Maret 2017. Pengurus PPP menunjukkan soliditasnya dan satu komando Dibawah ketua Umum Djan Faridz," ungkap Sudarto.
Ia menjelaskan bahwa fungsionaris PPP itu mendukung penuh H. Djan Faridz sebagai ketua umum karena menyadari bahwa ia adalah Ketua Umum PPP yang sah dipilih melalui prosedur Muktamar yang sah.
"Hal ini sudah teruji memenangkan 7 peradilan hingga Mahkamah Agung. Dukungan pengurus DPP hingga ranting sangat kuat kepada Djan Faridz," ujar Sudarto.
Sudarto menyebut bahwa kredibilitas Romi sendiri saat ini semakin terpuruk.
"Untuk mengalihkan perhatian sekaligus Dalam rangka menyelamatkan eksistensinya itulah, Romi mengusik Ketua Umum H. Djan Faridz dengan berita Fitnah dan murahan yang memutarbalikkan Fakta. Namun Publik dan kader PPP itu sudah pintar. Nggak akan tertipu oleh Manuvernya itu", Pungkas Sudarto.
[mel]
BERITA TERKAIT: