Ketua Umum DPP TMP Maruarar Sirait, mengatakan doa bersama ini dilakukan untuk menunjukan bahwa Indonesia adalah negara yang berketuhanan maha esa. Ini lantaran acara tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari 5 agama, yakni Islam, Katolik, Protestan, Buddha dan Hindu.
"Kita tunjukkan walau beda agama, semua keyakinan bisa dijalankan. Kita telah bekerja, sekarang berdoa dan Tuhan yang menentukan," ucap Maruarar di Kantor DPP TMP, Jakarta, Selasa (18/4) malam.
Selain berdoa bersama, dalam acara ini juga turut dilakukan Pelepasan Patroli Satgas TMP dan RMP sebanyak 300 orang untuk membantu mengontrol situasi jelang dan saat pilkada berlangsung.
"Kita memiliki 16 posko di beberapa wilayah di DKI. Siap menjaga kalau ada yang mencurangi dan mengintimidasi. Kita tak mau curang, tapi kita tak mau dicurangi. Kita tidak mau melakukan hal yang tidak benar dan kita akan berjalan sesuai aturan," kata Maruarar.
Ratusan satgas TMP dan RMP juga telah mendirikan 16 posko yang tersebar di 5 wilayah kota DKI Jakarta. Posko ini siap menjaga keamanan kalau ada pihak yang mencoba mencurangi dan mengintimadasi jalannya Pilgub DKI putaran kedua.
Ara sapaan Maruarar juga meminta Satgas TMP dan Relawan Merah Putih tidak ragu dalam membela kebenaran.
Dalam kesempatan itu, aktivis dan cendekiawan muda Yudi Latif turut hadir memberikan tausiah. Dia berharap Pilkada besok para pemilih diberikan penerangan untuk memilih pemimpin yang tepat.
"Kita berdoa karena besok menentukan. Semoga besok dipilih penerangan yang lapang untuk memilih pemimpin tepat. Ini bukan hanya Ahok dan Anies, tapi bagaimana mewarnai rumah Indonesia ke depan," jelas Yudi.
Turut hadir dalam acara ini, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Japorman Saragih, Bupati Samosir Rapidin Simbolon dan sejumlah anggota DPRD Sumut dan anggota DPRD tingkat kabupaten dan kota se-Sumut. Selain itu, hadir Sekjen DPP TMP Restu Hapsari dan Ketua Panitia Acara Denny Jaya Abri Yani.
[ian]
BERITA TERKAIT: