Putaran Kedua Pilgub DKI Seperti Duel El Classico

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 16 April 2017, 08:47 WIB
Putaran Kedua Pilgub DKI Seperti Duel El Classico
Ilustrasi/Net
rmol news logo Menjelang hari-H, pertarungan antara kedua pasangan calon, Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan - Sandiaga Uno semakin sengit.

Hasil survei yang dilakukan Survei dan Polling Indonesia (SPIN) menunjukkan Anies-Sandi yang awalnya sempat diragukan, elektabilitas keduanya terus menanjak hingga melewati petahana.

"Jika pilgub dilaksanakan hari ini, Anies-Sandi unggul 52 persen dari Basuki-Djarot 43 persen. Sisanya 5 persen belum menentukan pilihan," kata Direktur SPIN, Igor Dirgantara melalui siaran persnya.  

Survei dilakukan dengan mewawancara tatap muka 761 responden di DKI Jakarta pada periode 8-13 April 2017. Informasi yang dihasilkan berupa profil responden dan pandangan responden terhadap pilihannya pada Pilkada DKI Jakarta putaran ke-2 mendatang. Margin of Error survei ini +/- 3,1 persen. Hasil survei dapat mewakili pendapat seluruh warga DKI Jakarta.

Igor menambahkan, naiknya elektabilitas Anies - Sandi dipengaruhi oleh beralihnya suara mayoritas pemilih Agus - Sylvi.

"Sebanyak 77 persen pemilih yang pada putaran 1 memilih Agus - Sylvi mengalihkan suaranya kepada Anies - Sandi. Hal inilah yang menyebabkan elektabilitas paslon nomor  tiga melonjak naik. Sementara itu suara Agus - Sylvi yang beralih ke Basuki - Djarot hanya 8 persen," paparnya.

Igor juga menemukan ada hal yang menarik dalam polling kali ini yaitu sebanyak 48 persen responden ingin ada pemimpin baru, hanya 44 persen yang ingin petahana kembali berkuasa. Namun demikian, 55 persen responden menyatakan ingin arah kebijakan petahana dilanjutkan, berbanding 35 persen dengan yang ingin arah kebijakan berbeda dari sebelumnya.

Anies-Sandi juga dianggap sebagai pemimpin yang bisa mempersatukan warga dari berbagai latar belakang, unggul 54 persen dibanding Basuki-Djarot 30 persen. Paslon no 3 juga unggul dalam masalah pendidikan (47 persen) dibanding Paslon no 2 (41 [persen).

"Mayoritas responden juga mengatakan bahwa masalah lapangan kerja dan pengangguran adalah prioritas utama yang harus diselesaikan oleh pemimpin Jakarta selanjutnya yaitu 59 persen," kata Igor.

Igor pun mengibaratkan Pilgub DKI Jakarta putaran dua seperti duel El Classico antara Real Madrid dan Barcelona.

"Pertarungan ini sungguh klasik, berat, dan penuh tantangan bagi kedua Paslon. Duel yang sangat seru untuk kita nantikan siapa pemenangnya nanti pada 19 April mendatang." tandasnya.[wid]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA