Puluhan warga ini datang ke rumah Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono untuk memberikan deklarasi ke pasangan Ahok-Djarot."Rencananya kita mau melakukan atas inisiasi kami. Kita mau melakukan deklarasi dengan doorstop deklarasi atau cegat Pak Djarot," ujar Koordinator SuKa, Rusli Nur Ali Aziz di Jalan Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Kamis (13/4).
Rusli mengatakan para relaÂwan telah melibatkan sekiÂtar 700 orang warga Sunda untuk mendukung pasangan Ahok-Djarot. Gaya deklarasi ini cukup unik karena dilakuÂkan di sela-sela kepadatan jadwal Djarot berkeliling Ibu Kota. "Terima kasih kepada Pak Agung untuk memilihkan kami sebagai
doorstop declaration," ujar Rusli.
Sebagai simbol, Djarot diberikan kujang atau senjata khas dari Sunda. Djarot semÂpat memegang dan membuka kujang tersebut saat menerima dukungan.
"Kujang selain memiliki makna perjuangan, filosofi dalam bahasa sundanya, kuÂkuh kana jangji (teguh terhadap komitmen)," jelas Rusli. Pihaknya berharap pasangan Ahok-Djarot tetap berpegang teguh terhadap komitmen dan nilai-nilai kebenaran.
Rusli juga menegaskan relawan SuKA akan terus mensosialisasikan pasangan Ahok-Djarot kepada warga DKI Jakarta yang berasal dari etnis Sunda.
Djarot memuji gaya deklarasidari masyarakat Sunda ini karenaseperti wartawan, deÂklarasi sambil mencegatnya.
"Kang Rusli dan semua warga Sunda atas nama Pak Basuki, makasih atas dukunganwarga Sunda yang di Jakarta untuk pemenangan Basuki-Djarot. Meskipun dukungan ini meniru wartawan yang melakukan
doorstop, karena memang itu waktu kita itu terbatas," kata Djarot.
Djarot berpesan kepada koÂmunitas warga Sunda ini ikut menjaga agar Jakarta aman dan damai. "Kami mohon warga Sunda ikut menjaga Jakarta supaya aman, nyaman dan sejuk. Kang Rusli sekali waktu nanti kita akan foto," tandasnya. ***
BERITA TERKAIT: